Langsung ke konten utama

Jurang Pengembangan Software di Dunia Open-Source

     E ra D i srupsi      2 025 ini adalah tahun terpesat dimana dunia A rtificial I ntelligence berkembang pesat, dimana pengerjaan kode sudah terlampaui oleh sistem kecerdasan buatan ini, semua aspek komprehensif didalam dunia programming seperti syntax itu sudah terkuasai oleh data, sehingga memungkinkan penggunanya untuk cukup memerintahkan penulisan kode yang begitu sederhana. Namun, di lain waktu, cara orang untuk mempelajari bahasa pemrograman pun akan terlihat lebih sederhana karena bantuan alat kecerdasan buatan, AI .

Jurang Pengembangan Software di Dunia Open-Source

    Era Disrupsi

    2025 ini adalah tahun terpesat dimana dunia Artificial Intelligence berkembang pesat, dimana pengerjaan kode sudah terlampaui oleh sistem kecerdasan buatan ini, semua aspek komprehensif didalam dunia programming seperti syntax itu sudah terkuasai oleh data, sehingga memungkinkan penggunanya untuk cukup memerintahkan penulisan kode yang begitu sederhana. Namun, di lain waktu, cara orang untuk mempelajari bahasa pemrograman pun akan terlihat lebih sederhana karena bantuan alat kecerdasan buatan, AI.

    Pengenalan Software Programming

    Programming yang akan kita bicarakan ini adalah software programming, saya akan menyingkat kata ini menjadi programming dan programmer saja untuk mempersingkat kalimat; Banyak orang yang sedang belajar bahasa pemrograman, mereka belajar hal-hal dasar seperti variabel, struktur, fungsi, hingga hal-hal yang lebih konseptual seperti syntax, class, dan konsep yang lebih besar lagi seperti object-oriented programming; semua aspek mereka pelajari untuk mengeksekusi pembuatan sistem apa yang akan dibangun oleh sang programmer. Semakin kompleks kebutuhan untuk menyelesaikan masalah dunia nyata, semakin mengikis banyak waktu pula untuk sang programmer membangun semua sistem itu; barulah mereka membuat program dengan file-file yang terstruktur seperti library, atau saya nyaman menyebutnya module.

Sebuah snippet kode Python yang menunjukkan import sebuah objek component_a dan sebuah fungsi function_do_thing dari sebuah module file

    Module ini bisa dijadikan sebuah komponen yang berwujud file, dimana didalamnya terlibat dan terdapat mekanisme semisal import dan export untuk menggunakan ulang variabel, struktur, maupun fungsi atau yang lainnya; Banyak sekali sistem-sistem yang kompleks dapat dipecah dengan salah satu cara ini, hingga banyak juga orang yang mengembangkan berbagai macam pattern atau pola penciptaan sistem ini sebagai model guna mempermudah dan menyederhanakan masalah yang nantinya akan diselesaikan, contohnya semisal pattern yang cukup populer didalam pengembangan web, yaitu Model-View-Controller, dan banyak orang yang membuat sebuah framework sebagai implementasi siap guna dari model pattern ini untuk para programmer.

    Jurang Para Programmer

    Karena banyak programmer yang terkadang sedang belajar; sementara mereka juga terkadang tidak mengetahui dan bodo amat pada module yang mereka instal untuk sistem mereka, yang bahwasanya module itu biasanya mereka instal dari repositori yang siap pakai. Disinilah jurang-jurang dan kecacatan itu dimulai karena segala komponen-komponen yang didalam module terkadang mereka tidak baca, atau bahkan terlalu kompleks hanya untuk membaca sistem didalam kodenya saja. Saya ingat, pernah ada orang yang mengutip seperti ini:

You may not like it, but the truth is you're not a software engineer; you're a "frameworker" or someone who can copy and paste better. - Muneeb Hussain @ Medium

Dan memang itulah kenyataannya yang dibiasakan para programmer, dan sebenarnya tidak hanya itu juga yang menjadi jurang para programmer, melainkan ada pula hal-hal lain seperti ketergantungan update module, dimana keamanan yang telah ada namun belum teridentifikasi menjadi sebuah bencana bagi banyak orang, seperti insiden yang membuka celah Remote Code Execution (eksekusi kode secara remote) pada module Apache Log4j di beberapa tahun yang lalu.

Postingan populer dari blog ini

Localhost.run : Alternatif Kedua Dari Serveo.net Untuk Reverse Tunneling

Sebagai ganti dari Server Reverse SSH Tunneling Serveo.net yang kemarin down dan sampai saat ini dikarenakan phishng, kami menemukan alternatif pengganti Serveo, yaitu https://localhost.run yang tata cara pemakaiannya pun sama dengan perintah Reverse SSH Tunneling Serveo.net. Kita hanya memerlukan aplikasi ssh yang sudah tertanam di OS GNU/Linux, tetapi untuk Windows memerlukan aplikasi Putty atau BitviseSSH Client, oke gak usah panjang lebar kita langsung saja ke tata cara pemakaian aplikasi tersebut pada konsol / CLI / Bash. 1. Pastikan anda memiliki koneksi yang terhubung ke internet. Untuk mengujinya bisa menggunakan perintah ping ke alamat 8.8.8.8 ( DNS Google ). 2. Jika sudah periksalah port service yang akan di ekspos ke Internet. 3. Selanjutnya, kita ketikkan  ssh -R 80 : localhost : 8080 ssh.localhost.run  Keterangan : Port 80 adalah port server tujuan & 8080 adalah port server lokal. Untuk mengakses server kita dari internet, tinggal copy link yang ...

Ngrok : Alternatif Reverse Tunneling dari Serveo.net

Tidak lama di waktu ini server SSH Serveo.net sedang mengalami maintenance dikarenakan phising. Namun selain dari itu, ada pula alternatif untuk melakukan SSH Reverse Tunneling, yakni menggunakan Ngrok. Ngrok ini berupa program, berbeda dengan perintah SSH Reverse Tunneling Gratis Serveo.net yang telah diposting di waktu sebelumnya.